Selasa, 30 Maret 2010

me vs monsoon rain

hujan memang selalu membuat gw gelisah..eits bukan geli-geli basah yah hahaha...kayanya setiap hujan turun suasana jadi berubah..alunan air hujan seperti membius gw untuk menjadi sentimentil, jeleknya ini didukung oleh saluran radio yang slalu memutar lagu2 mellow..jika dibahasakan dengan kata2 puitis 'hujan membuka kotak pandoraku' (gaya banget lu Hadijah)..tapi memang sepertinya suasana hujan selalu begitu..mungkin ketika hujan suara bising teredam oleh air hujan yang turun dan suasana menjadi sepi karena orang2 memilih untuk berlindung di rumah atau berteduh..tapi sepertinya hujan beberapa hari ini begitu mengena buat gw...

mulai dari hari Jumat minggu lalu
saat gw harus pulang naik Transjakarta dari kampus tercinta..hari jumat yang ada di bayangan gw adalah gw harus pulang cepat sebelum shelter Dukuh Atas penuh sesak dengan manusia..jadilah gw pulang lebih awal dan demi mendapat tempat duduk gw harus memutar ke arah Pulo Gadung untuk turun di Bermis supaya bisa dapat tempat duduk untung saya tidak sendiri, gw ditemani oleh dua wanita tangguh, sesama warga Tangerang..tapi kami harus berpisah d Bermis..gw beruntung sekali Dukuh atas memang ramai tapi antrian ke arah Kuningan-Ragunan lenggang, ternyata penumpang menumpuk di antrian jurusan Pulo gadung..yess..beruntungnya
lagi saya dapat tempat duduk disamping laki2 tampan euyy..gw akui hari itu gw mmm engga banget, ga heran teman saya bilanng..saya seperti anak alay..tapi gw memang alay..alaydrus kan..hari itu gw pakai topi hitam..cardigan crop belang-belang dan skinny jeans hitam plus kaos polos bertuliskan i love men dengan tanda silang di bagian huruf n nya hahaha sangaattt gw sekali
tapi tujuan saya berpakaian seperti ini karena gw sedang masa pemutihan diri maklum waktu itu mau wisuda malukan pake kebaya terus badan gw belang2 hiiiy..jadilah gw tidak melepas topi itu bahkan sampai ke dalam bus transjakarta..ga heran lah gwjadi pusat perhatian maklum penumpang jurusan ragunan 80% adalah pekerja kantor yang selalu rapih..jarang2 perempuan tetap pakai topi didalam transjakarta..ok kembali ke keberuntungan gw..duduk disamping cowok cakep jarang2 nehy jadilah gw sok cool gt dah..sengaja memang gw duduk di bangku belakang dan di pojok pula biar bisa liat pemandangan Kuningan yang sangat Jakarta..pemandangan Kuningan jadi tambah indah rupanya karena bayangan si cowok memantul di kaca..weeww..3 menit setelah bus jalan dari Dukuh atas...buuurrrr...hujan derassss..beruntung gw sudah di dalam bus..heheu, tapi rupanya hujan bertambah keras..seperti badai..parahnya air masuk dari pintu belakang bus, ga tanggung tanggung air yang masuk bak pancuran air terjun..gw merasa beruntung lagi dong gw pake topi selamat yah..saat itu gw tersenyum puassss...

jarak tempuh Dukuh atas-Duren 3 emang bisa memakan waktu 2 jam saat hujan..kali ini tak masalah selama si cowok cakep tetap disamping gw yah kan hehehe..5 jam juga gw bersedia

hujan bikin ngantuk..duduk di samping cowok cakep ternyata ga mempan mengusir kantuk..ngucek2 mata..1 jam berlalu..bosan..si cook ga lagi menarik perhatian gw..hujan badai di Kuningan mengalihkan dunia ku haha..gw terjaga di dalam lamunan dambil men-juggling botol minum ge..juggling???maksusnya main2in botol minum gw..tiba2 Byurrrr...perfect..bravo saudara2..berhasillll gw ketiban air terjun dari pintu transjakarta bobrok itu...basah topi gw, baju gw..dan maluuu karena semua mata tertuju pada saya..ya mereka dapat melihat saya dengan jelass...dalam hati gw 'ketewa aja lu pada daripada ditahan2 gituh'..dengan jurus sok cool karena gw sadar ada cowok cakep samping gw gw langsung melepas topi dan mengusap muka masih kekeuh dengan gaya elegan dibuat2..
sejenak gw melihat tangan gw yang hitam...man, koq hitammmm???bingung gw mwgan apa yah??
aduh neh dari botol minum gw dari karet kaca bus..gw cek dari bangku bus juga bukan...ah gw pikir ini karena pegangan bus yang ada di depan gw aja kali..perjalanan panjang gw sampe juga..yah walau harus keluar dengan basah kuyup..yah cakep pas gw keluar ..astaga mana dah payung gw..perfectooo..strike..gw lupa bawa payung..hoho terpaksa berteduh..wess rame banget shelter Duren3 boleh lah setidaknya gw ga sendiri..tapi kog knapa neh orang2 ngeliatin gw dengan pandagan geli campur kasian..ugghh ya bodo amat dah..sampai seorang ibu2.."mbak2 maaf kayanya eyelinernya lunturr"...gw "haaaa..yang bener bu?"..baiknya ibu2 ini dia langsung ngasih gw tissue.."terimakasih bu"...berarti dari tadiiiiii..ya ampuuuunn, karena malu yah udah cabut aja gw dari shelter menerobos hujan...what a rain..fiuuhhh..pelajaran berharga dari musim hujan

#1 bawa payung kemanapun Anda pergi
#2 jika Anda wanita penyuka eyeliner seperti saya, kenakan waterproof eyeliner
#3 jangan melamun ketika hujan saat Anda berkendaraan dengan bus, tetap konsentrasi, jangan sampai pria atau wanita cantik mengalihkan pandangan dan pikiran Anda
#4 bwalah tissue
#5 jangan dengarkan radio jika Anda tak ingin terbawa suasana melankolis sok romantiss

selamat menikmati musim hujan
well Jakarta cantik juga saat hujan, apalagi daerah Kuningan, yang pas jembatan angkatan 66 yah
I heart Jakarta
oh iya menurutt Accuweather.com Jakarta hujan akhir minggu saat notes ini diturunkan jadi bawalah payung setiap saat

Minggu, 28 Maret 2010

to my night-and-day-friend

losing someone special merely a hard thing to be faced up
someone have ever been so special, named it, a friend
a friend of your night and day...

kulangkahkan hatiku, mataku tertuju padanya namun tak segaris senyum dari bibirnya kudapat
tak sepatah sapaan hangat kutangkap..

tolong, temanku aku ingin sapaan hangat itu lagi
aku ingin kau memanggil namaku dengan lengkap lagi
aku merindukan lika-liku rambutmu

apa salahku padamu
tolong, teman susahkah hatimu menyapaku lagi
katakan satu kata biar aku yang menyelesaikannya dalam satu kalimat.
katakan lah apa susahmu dalam satu kalimat biar aku yang melengkapkannya dalam satu paragraf...
katakan apa salah ku dalam dalam satu, dua paragraf biar nanti dari hatiku keluar satu kata maaf
untukmu
maafkan aku...


Kamis, 25 Maret 2010

The Invitation

One day, in a seminar my lecturer came in with a great introduction. He read a poem for us, a poem that I would never forget in my entire life, deep and meaningful, I feel in love in love for this poem since my lecturer read its first paragraph. The words had harassed my soul, send me to a higher level of my life. One thing for sure this poem, The Invitation by Oriah Mountain Dreamer, had been a sweet redemption for me. Making myself believe that we shouldn’t see others by their achievements but assessed them on their efforts to gain those achievements. I think it will be sweet to share this poem to all people who read my blog. And here is the poem that I love; hopefully you’ll feel the same for…

The Invitation by Oriah

It doesn’t interest me
what you do for a living.
I want to know
what you ache for
and if you dare to dream
of meeting your heart’s longing.

It doesn’t interest me
how old you are.
I want to know
if you will risk
looking like a fool
for love
for your dream
for the adventure of being alive.

It doesn’t interest me
what planets are
squaring your moon...
I want to know
if you have touched
the centre of your own sorrow
if you have been opened
by life’s betrayals
or have become shrivelled and closed
from fear of further pain.

I want to know
if you can sit with pain
mine or your own
without moving to hide it
or fade it
or fix it.

I want to know
if you can be with joy
mine or your own
if you can dance with wildness
and let the ecstasy fill you
to the tips of your fingers and toes
without cautioning us
to be careful
to be realistic
to remember the limitations
of being human.

It doesn’t interest me
if the story you are telling me
is true.
I want to know if you can
disappoint another
to be true to yourself.
If you can bear
the accusation of betrayal
and not betray your own soul.
If you can be faithless
and therefore trustworthy.

I want to know if you can see Beauty
even when it is not pretty
every day.
And if you can source your own life
from its presence.

I want to know
if you can live with failure
yours and mine
and still stand at the edge of the lake
and shout to the silver of the full moon,
“Yes.”

It doesn’t interest me
to know where you live
or how much money you have.
I want to know if you can get up
after the night of grief and despair
weary and bruised to the bone
and do what needs to be done
to feed the children.

It doesn’t interest me
who you know
or how you came to be here.
I want to know if you will stand
in the centre of the fire
with me
and not shrink back.

It doesn’t interest me
where or what or with whom
you have studied.
I want to know
what sustains you
from the inside
when all else falls away.

I want to know
if you can be alone
with yourself
and if you truly like
the company you keep
in the empty moments.

By Oriah © Mountain Dreaming,
from the book The Invitation

Senin, 15 Maret 2010

Broke-and-Heart

It is heart but it is broke
It is not really broke as if a broken window
crack and fall into pieces
It is not bleeding, it is just hurt
It just like someone had stabbed you from your back
and ripped your soul out of your body
I am broke
Not because I have lost some money on a business deal
It is more because my heart had lost you
had lost you...
had lost you...
I can not count how much thorns torn my heart
how much tears run out of my eyes
When I realized that I had lost you
lost you..
you are lost from me
I lost you

Rabu, 10 Maret 2010

Kita Punya Padanannya Lho!!!

antologi= bunga rampai

bias= elon

bibliografi= senarai pustaka

abstrak= niskala

kolom= lajur

deadline= tenggat

konteks= sangkutan

denotatif= mantuk

Profil= tampang

stok= tandon

stainless= nirmala

Survei= sigi

verifikasi= tahkik

akselerasi= percepatan/ pemercepatan

konsep= anggit/ anggitan

korelasi= penasaban/ nasaban

konfigurasi= gegambar

error= galat

dinamis= cergas

external= luar/ jaba

globalisasi= penyedunia

fundamental= mendasar

internal= jero/ dalam

interaksi= persitindakan

plot= rajah

penetrasi= pengasukan/ asukan

relevansi= kepenadan

signifikan= bena

simulasi= penimakan

scanner= pemayar

download= unduh

upload= unggah

steril= awahama

resonansi= talunan

ratio= nisbah/ angkabanding

variabel=peubah

monokrom= ekarona

Kamis, 04 Maret 2010

malu saya

Saya adalah manusia yang apatis dan egosentris..saya benar-benar manusiawi dalam hal ini
tentunya..terkadang sering kali membicarakan kekurangan orang lain, mencela tanpa sadar, mengatai tanpa batas, menghina karya Tuhan demi kepuasan pribadi demi menyanjung diri sendiri bahwa saya jauh lebih baik..padahal nyatanya saya mungkin tidak saya tidak seujung jari pun lebih baik dari mereka…

Sampai suatu hari..saya ingin menjatuhkan muka saya, lebih-lebih air mata saya saat saya menunggu seorang teman di shelter Transjakarta, Matraman..pagi itu saya memang kurang tidur, saya tidak focus karena saya takut dihipnotis maka saya memasang headset dan mendengarkan Mp3 dari ponsel saya sambil berjuang melawan kantuk yang mendera..saya benar-benar tidak peduli akan sekitar saya..saya seakan tenggelam bersama Lady Gaga, The Script, The Ting Tings, Paramore, Secondhand Serenade, Katy Perry dan Lifehouse..alih-alih saya hampir saja bernyanyi bersama mereka melagukan kebosanan menunggu.. saya mengerjapkan mata berkali-kali, mengecap lidah, mengoyangkan kaki..di samping saya wanita cantik, putih, berwajah oriental..menariklah..dala
m hati saya sempat mencela bagaimana cara ia menggariskan eyeliner pada kelopak matanya..terlalu tebal, mungkin agar matanya terlihat berkelopak [masalah bagi kebanyakan wanita bermata sipit]..tapi usahanya adalah celaan bagi saya..demi Tuhan saya hanya manusia [hahaha]..di sebelah kiri saya Ayah beranak..sang ayah membiarkan si anak perempuannya duduk dan ia berdiri di sampingnya..tidak ada yang menarik sang ayah anak menunggu di pintu penurunan penumpang yang juga dipakai sebagai pintu khusus bagi lansia, ibu hamil, dan orang cacat…saya mulai sadar, puluhan pasang mata penumpang yang mengantri tidak harap-harap cemas melihat ke arah datangnya bis..

Mereka melihat ke arah saya dengan tatapan aneh seolah-olah saya makhluk Mars yang berkepala besar datang langsung dari planet saya untuk mencoba naik bus Transjakarta I was alienated by them..saya menghela napas mencoba menganalisa tatapan mereka..ternyata tatapan ini adalah tatapan penasaran bercampur heran, kasihan, jijik dan kelegaan bahwa mereka terlahir sempurna..rasa kantuk saya sirna tak berbekas, suara vokalis Paramore ‘Haylie’ yang kuat terdengar seperti bisikan..saya tidak merasa sedang memakai celana jeans robek-robek yang tempo hari mengundang tatapan sinis dari penumpang bis Transjakarta koridor 6 [Ragunan-Kuningan-Dukuh Atas] yang rata-rata adalah pekerja kantoran..tidak ada baju warna neonlight..saya merasa cantik..rambut saya dibuat ikal, I was matchy-matchy-bag-and-shoes girl, saya tidak dandan mencolok..hanya memakai bedak bayi dan my lucky lipstick Maybelline Buff 813..saya melakukan check n recheck, saya mengeluarkan kaca..lipstick saya tidak keluar dari garis bibir, tidak ada cabe menempel di gigi atau bracket saya..lama saya tersadar bahwa tatapan itu bukan diarahkan pada saya , namun melainkan untuk anak perempuan di samping saya..saya memalingkan muka ke arah anak kecil itu..saya terkejut bukan main..kaki saya lemas, jantung saya seperti ditonjok..saat itu juga saya merasa kecil, saya ingin memaki para penumpang yang tak henti menatapnya..saya ingin membubarkan antrian panjang itu..

Anak perempuan itu kurus, berambut pendek mengenakan jaket jeans dan celana pink yang terlihat kedodoran..ia diam seperti patung menatap antrian penumpang di depannya..hidungnya bukan seperti hidung kita yang normal..tidak pesek, tidak mancung..seakan hidungnya menyatu dengan pipinya yang terlihat bengkak..matanya menonjol sebesar bola pimpong..ayahnya dengan sabar berkata “sabar yah nanti kita naik bis yang berikutnya”...memang mereka harus menunggu lama karena di jam padat seperti ini sulit untuk mencari bis Transjakarta yang penumpangnya tidak berjejalan..

Malu luar biasa melanda saya..saya merasa rendah..anak perempuan ini lebih indah dari saya..ia manusia yang lebih manusia dari saya, mereka bahkan kalian..ia lebih sabar menunggu..ketimbang saya yang resah..ia diam, gerakannya tidak lebih dari 3 kali...ia khusyuk dengan diamnya..saya mencoba mencari permen yang biasa saya jejalkan ke dalam saku tas saya..permen lollipop…kemana perginya lollipop..saya ingin memberikan permen lollipop pada anak perempuan itu..tapi permennya tidak ada…saya menunduk malu..tak lama berselang teman saya datang..ia duduk di antara saya dengan anak perempuan itu..saya mengatakan untuk tidak beranjak dulu pada teman saya, karena saya masih ingin melihatnya pergi..saya ingin melihat punggungnya menjauh..saya ingin berdoa semoga Tuhan memberinya apa yang terbaik dan menempatkannya dalam lindungan-Nya..ayah beranak itu pergi, saya dan teman saya juga berlalu meninggalkan Matraman 1..saya belajar banyak hari itu..pelajaran yang tidak saya dapatkan dari pendidikan formal apapun

Rabu, 03 Maret 2010

Antara saya, Aristoteles dan Plato

Saya sangat berterimakasih kepada Alm. J.D. Parera yang memperkenal kan saya kepada filsafat, yang mengairi otak saya yang gersang dengan pikiran-pikiran luar biasa dari tokoh-tokoh filsafat yang hebat.

Saya tidak akan pernah lupa kuliah pertama saya dengan beliau. Kuliah dasar-dasar filsafat di semester pertama saya di UNJ. Saya benar-benar buta akan filsafat pada saat itu, sekarangpun saya masih meraba-raba, kaget bukan kepalang Alm. Pak Parera bertanya satu pertanyaan dasar. Pertanyaan pembuka tema kuliah yang sederhana namun mendasar, pertanyaan yang akan selalu terkenang seumur hidup saya. Beliau bertanya dengan sopan “Alaydrus, apa itu filsafat?” luar biasa saya tidak tahu apa itu filsafat. Saya terdiam lama sekali, mencoba mengingat-ingat buku filsafat yang saya baca beberapa hari sebelum kuliah perdana, ternyata itu sia-sia belaka karena tak ada satu kalimat lengkap yang saya ingat dari buku tersebut. Seadanya saya menjawab. “filsafat itu seperti menengadah keatas, mencari jawaban dari apa yang kita pikirkan” jawaban yang sungguh dangkal. Beliau menanggapi dengan raut muka yang tenang “Alaydrus, maka kamu adalah Plato.” Pernyataan beliau ini yang membuat saya bertanya-tanya, kenapa saya Plato kenapa saya bukan Aristoteles yang agung. Aristoteles yang saya kenal semenjak saya SMP. Aristoteles, yang mewarnai buku Biologi dan Tata Negara saya saat SMA. Astaga!!

Saat itu beliau hanya menjelaskan dengan kalimat tersirat bahwa Plato selalu melihat ke atas dan Aristoteles selalu melihat ke bawah. Butuh waktu yang lama bagi saya untuk memahami penjelasan beliau. Saya sadar bahwa Plato pendiri akademi Plato, Guru dari Aristoteles, murid Socrates, penyair, Plato yang hidup di dunia idenya mencari jawaban dari semua pertanyaan melalui ide-ide bawaan. Dia meyakini kebenaran abadi, keindahan abadi an kebaikan abadi sesungguhnya hidup di balik dunia material, hidup di dunia ide. Sedangkan muridnya Aristoteles, murid pembangkang yang menyempurnakan ilmu sang guru, murid yang mememisahkan diri dari filsafat kemanusiaan sang guru. Dia, Aristoteles memilih untuk merendahkan diri kepada alam. Maka dia adalah seorang filsafat agung sekaligus ahli biologi pertama di daratan Eropa. Dia menyempurnakan pemikiran sang guru, dia mengeluarkan ide-ide bawaan sang guru menjadi lenbih nyata dari sekedar fenomena alam. Jika sang guru, Plato, menggunakan akalnya maka Aristoteles menggunakan akal dan perasaannya pula. Aristoteles berpeganggan dengan substansi dan bentuk dalam kesatuan realitas. Dia memilih hidup dalam realitas dan berpisah jalan dengan sang guru yang hidup di dunia ide.

Ketika saya sedikit memahami meraka, saya tidak ingin menjadi Plato. Saya ingin menjadi Aristoteles yang akal dan perasaannya sejalan. Sya tidak mau selalu menenggadah keatas. Saya ingin merendahkan diri kepada alam, berjingkat-jingkat di tangga alam Aristoteles. Saya ingin substansi dan bentuk. Saya ingin hidup di dalam realitas bukan sekedar ide semata.

Hal ini berkelebatan di kepala saya sampai pada suatu hari [2 tahun setelah itu] dosen saya Bpk. Ifan Iskandar memaksakan murid-muridnya di kelas sejarah pemikiran modern untuk membaca sebuah novel filsafat yang luar biasa ‘Dunia Sophie’ karya Jostein Gaarder dari Norwegia. Novel ini mengajak saya berdialog singkat dengan Plato dan Aristoteles, saya terbuai sekaligus patah hati dengan Aristoteles The Great, sang pujaan hati dan pikiran. Ternyata dia pernah memandang kaum saya sebagai ladang. Ternyata dia tak seindah Plato saat memandang wanita. Dia cenderung percaya bahwa wanita tidak sempurna dalam beberapa hal. Dia mengatakan bahwa wanita adalah ‘pria yang tidak sempurna’ dan dalam hal reproduksi wanita bersifat pasif dan reseptif [sungguh berharap seandainya Aristoteles pernah membaca Cosmopolitan haha..]. Dia juga percaya bahwa semua sifat anak terkumpul lengkap dalam sperma pria [oh my God!]. Dia berpikir bahwa jenis saya adalah ladang yang menerima benih dan menumbuhkannya dan pria adalah petani yang menanam. Maka dalam bahasa Aristoteles pria menyediakan bentuk, sedangkan wanita menyumbangkan substansi. Ternyata My Ari had missed interpret the relation between man and woman sexually. Dia lalai dalam hal ini mungkin karena dia tidak punya banyak pengalaman praktis dengan wanita dan anak-anak [kali ini benar-benar berharap Dia membaca tabloid Mom and Kiddy]. Sangat disayangkan ternyata pemikirannya lah yang berpengaruh sepanjang abad pertengahan dan bukan pemikiran Plato yang praktis tentang wanita.

Karena buku ini saya berubah pikiran, saya tidak ingin menjadi satu orang saja, saya ingin Plato dan Aristoteles. Saya egois, ya saya egois, untuk pikiran Anda terkadang memang harus egois. Tidak konsisten, bukan ini bukan tidak konsisten, ini yang namanya berkembang. Maka saya ingin berpikir bak Aristoteles dan mencintai bak Plato. Toh saya tidak akan selamanya memandang ke atas dan tak selalu harus melihat ke bawah. Memang sudah sepantasnya ide berpasangan dengan realitas, walaupun para pemikirnya berpisah jalan.

P.s. this writings dedicated to Alm. Jusuf Daniel Parera who had introduced me with philosophy and Ifan Iskandar, M.Hum who had pushed us, his students, to read a lot.